SMP Negeri 6 Klaten "Memesona" bertekat pertahankan Adiwiyata
SMP Negeri 6 Klaten terus bersolek demi sebutan "Memesona" dan Sekolah Adiwiyata (Foto : Dok/Diq)
SMP Negeri 6 Klaten 'Memesona' bertekat akan meraih predikat sekolah Adiwiyata tingkat Kabupaten Klaten tahun 2020. Tekad itu telah ditunjukkan dengan terus berbenah dan menata diri agar tampil cantik dan menawan. Berbagai taman penghijauan dan taman-taman terus dikerjakan dan dipelihara dengan baik.
"Ya sebenarnya kami tidak 'ngoyo' dalam menghadapi Adiwiyata tahun ini. Kami mengalir saja, namun jika ada kesempatan mengambil predikat sekolah Adiwiyata ya kita ambil saja," papar Drs. Eguh Setyo Surono, MM sekolah SMPN 6 Klaten kepada mochshidiq.com, Sabtu (10/10).
Menurutnya, sekolah Adiwiyata bukan menjadi target dalam masa kepemimpinan. Ia hanya ingin agar SMPN selama kepemimpinannya berubah menjadi sekolah yang dicintai masyarakat. Karena itu, dia terus bergerak memperindah tampilan dan mengutamakan keindahan dan kebersihan. "Kalau seoklah itu bersih dan indah ditambah sentuhan-sentuhan, maka otomatis akan disenangi masyarakat," tukasnya.
Sebenarnya, lanjutnya SMPN 6 Klaten itu pernah menjadi sekolah Adiwiyata tahun 2014, namun entah karena apa, sebutan sekolah Adiwiyata itu "hilang", maka pada tahun ini kami bertekad ingin merebutnya kembali dan kalau bisa menjadi sekolah tidaksekedar Adiwiyata, tetapi lebih dari itu mejadi sekolah yang "Memesona".
Bersama 9 (sembilan) sekolah SMPN di Klaten, SMPN 6 Klaten yang perlu ditekankan adalah kebersamaan dalam menuju ke sekolah ramah anak, berinspirasi dan mampu tampil sebagai motivasi warga masyarakat untuk mensukseskan wajib belajar sembilan(9) tahun. "Di zaman melenia saja, kalau kita cermati, masih ada anak-anak yang belum selesai pendidikan wajar 9 tahun.lha ini menjadi tugas kita bersama,"tandasnya.
Karena itulah sekali lagi target kita tidak hanya sekedar sekolah Adiwiyata. "Saya yakin 9 sekolah yang kedaluwarso, seperti SMPN 1 Klaten, SMPN 4 Klaten, SMPN 5 Klaten, SMPN 1 Bayat, SMPN 1 Karangnongko, SMPN 1 Trucuk, SMPN 1 Polanharjo, SMPN 1 Kalikotes telah mempersiapkan dirinya dengan baik. "Jadi ya kita tahu diri, jika ngimbangi, toh sekolah itu yang penting mampu memberikan pelayanan kepada anak-didik dengan baik," tandasnya.
Sementara itu ketua tiem Adiwiyata SMPN 6 Klaten, Kamidi S.Pd mengatakan, menghadapi batas akhir penusunan dokumen Adiwiyata ya kita ikuti saja. Kita persiapkan semaksimal mungkin. Dokumen dalam Adiwiyata ini cukup banyak, sehingga jika ada yang kurang ya karena memang tidak kita miliki," ujarnya (Diq)
Sosialisasi sekolah Adiwiyata kepada guru dan karyawan SMPN 6 Klaten. Kepala Sekolah langsung menyampaikannya dengan optimis mendapat sambutan dan dukungan penuh dari warga sekolah (Foto : Dok/Diq).



Selamat Pak. Blog sdh posting
BalasHapusOk. Terimakasih. Salam literasi
HapusDherek mangayubagya blog enggal. Nunggu bancaan... Hehe, selamat Pak Siddiq. Klo di blog sendiri nggak bakalan khawatir remidi nggih...😀
BalasHapusInggih, bu Dwi tapi blm lancar meniko. Masih harus banyak belajar
Hapus