Postingan

Humaniora Filsafat, Nilai, Moral dan Budaya

Menguatkan Branding, Menjemput Kepercayaan Publik

Gambar
Klaten - SMPN 6 Klaten kembali menunjukkan komitmen dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan dengan menyelenggarakan In House Training (IHT) bertema “Kemitraan dan Branding Sekolah”, Senin (tanggal menyesuaikan). Kegiatan strategis ini menghadirkan Drs. Eguh Setyo Surono, M.M, Pengawas SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten, sekaligus mantan Kepala SMPN 6 Klaten, sebagai pembicara utama. IHT ini menjadi ruang pembelajaran bersama untuk memperkuat identitas sekolah dan membangun kepercayaan publik melalui kerja sama yang berkualitas. Acara dibuka pukul 08.00 WIB oleh Kepala SMPN 6 Klaten, Yustina Nevi Kusharini, S.Kom, M.Pd. Dalam sambutannya, Nevi menegaskan bahwa branding sekolah kini menjadi kebutuhan mendesak, bukan sekadar pelengkap. Ia menekankan bahwa sekolah harus mampu tampil dengan karakter, keunggulan, dan ciri khas yang mudah dikenali masyarakat. “Dengan membranding, maka membuat sekolah semakin memiliki nilai jual. Branding itu penting agar masyarakat mengetah...

Diam itu Emas Permata

Gambar
Diam dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti tidak bersuara, tidak bergerak (tetap ditempat), tidak berbuat (berusaha) apa-apa sama sekali. Kadang sikap seperti ini sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Diam lebih baik dari pada berbaku  berargumentasi. Sedikit orang yang mau mengetahui seluiruh tuturnya bersayap melukai. Diam bukanlah kalah dari perdebatan yang meradang, diam berarti menguasai diri. Bukanlah yang banyak tutur itu yang menjadi kondang. Diam dari ujaran tanpa guna adalah Emas. Emas itu handal dan tangguh tak akan luluh ketika di bakar dan tak akan berkurang kadar nilainya. Emas akan semakin berkilau saat ditempa, dan semakin indah saat di bentuk menjadi perhiasan. Mengendalikan ujaran dari nafsu amarah adalah pribadi pemaaf. Dan menjadi pemaaf adalah jaminan bagi kedamaian. Bukan untuk orang lain, tetapi untuk diri sendiri. Diam dan pemaaf adalah pribadi super, sebagaimana disampaikan Rosullulloh " Seorang muslin yang super adalah tatkala orang l...

5 Guru SMPN 6 Klaten siap ikuti simulasi mengjar guru penggerak

 Lima (5) orang guru SMPN 6 Klaten

Idaman siswa abad 21, guru yang memesona

Gambar
Peserta didik di zaman milenia sekarang ini sudah memiliki tingkat pemikiran yang lebih maju dibanding zaman sebelumnya. Kemajuan pemikiran akan terus melesat  di masa-masa depan. Sebut saja zaman Z atau abad 21, keinginan dan pola pikir peserta didik lebih tajam, kritis  terus berkembang dan menyesuaikan perkembangan yang ada. Peserta didik di zaman Z atau abad 21 tentu akan lebih kental dengan interaksi data dan informasi. Kemajuan tehnologi komunikasi menjadi pijakan dalam mengarungi proses pendidikan yang ia jalani. Karena itu guru harus bisa juga mengimbangi dengan keinginan dan perkembangan yang ada dalam dunia kesiswaan kita. Guru tidak bisa di tawar harus mampu mengintegrasikan tehnologi, informasi dan komunikasi, serta pengelolaan belajar yang sesuai dengan perkembangan peserta didik. Guru yang sudah "dipathok"di masyarakat dengan dokma, digugu dan ditiru hingga saat ini masih terus terpatri. Pemikiran ini juga masih sejalan dengan sebagaian besar peserta didik -an...

SMP Negeri 6 Klaten "Memesona" bertekat pertahankan Adiwiyata

Gambar
  SMP Negeri 6 Klaten terus bersolek demi sebutan "Memesona" dan Sekolah Adiwiyata (Foto : Dok/Diq) SMP Negeri 6 Klaten 'Memesona' bertekat akan meraih predikat sekolah Adiwiyata tingkat Kabupaten Klaten tahun 2020. Tekad itu telah ditunjukkan dengan terus berbenah dan menata diri agar tampil cantik dan menawan. Berbagai taman penghijauan dan taman-taman  terus dikerjakan dan dipelihara dengan baik. "Ya sebenarnya kami tidak 'ngoyo' dalam menghadapi Adiwiyata tahun ini. Kami mengalir saja, namun jika ada kesempatan mengambil predikat sekolah Adiwiyata ya kita ambil saja," papar Drs. Eguh Setyo Surono, MM sekolah SMPN 6 Klaten kepada  mochshidiq.com , Sabtu (10/10).  Menurutnya, sekolah Adiwiyata bukan menjadi target dalam masa kepemimpinan. Ia hanya ingin agar SMPN selama kepemimpinannya berubah menjadi sekolah yang dicintai masyarakat. Karena itu, dia terus bergerak memperindah tampilan dan mengutamakan keindahan dan kebersihan. "Kalau seoklah...